Bisnis beromzet Milliaran rupiah

bisnis hijab

Meraup Laba Miliaran di Bisnis Musim Puasa Jelang Lebaran

Bulan Ramadhan dan Idul fitri 1438 H telah berlalu dan telah kita rayakan bersama dengan penuh hidmat, banyak hal yang bisa kita renungi dari berbagai dimensi kehidupan kita seperti perihal ibadah, Sosial, dan Ekonomi. Banya hal yang bisa kita evaluasi dari tiga aspek tersebut yang lebih utama dalah ibadah kita dan sensitivitas kita dan masalah ekonomi keluarga kita, dimana ketiga unsur tersebut saling berkaitan. ;; yuk baca juga Mencari Keberkahan Bisnis

Ramadhan dan idul fitri 1439 H di depan akan menghampiri kita kembali dan sekiranya kita dapat mempersiapkan segala di jauh jauh hari sebagai bekal dalam menghadapinya salah satunya kesiapan ekonomi, Bulan ramadhan merupakan bulan penuh berkah, termasuk bagi para pelaku ekonomi, saat menjelang dan sesudah lebaran, jumlah uang beredar akan mengalami peningkatan sangat tajam dibandingkn bulan – bulan biasnya. Tingginya permintaan masyarakat inilah yang mendorong pelaku bisnis untuk turut meraup aba dengan berbagai strategi bisnisnya, klik Bisnis Kerudung Beronzet Milliaran rupiah

bisnis hijab

Momentum tahunan selama bulan Ramadhan dan idul fitri di tandai setidaknya oleh tiga peristiwa ekonomi, yaitu jumlah arus mudik yang besar, transaksi ritel Yang meningkat tajam dan besarnya jumlah uang masuk  dan kiriiman luar negeri. Tiga peristiwa inilah yang mendongkrak  dinamika keuangan nasional dengan berbagai dampaknya, Namun inilah fenomena alami yang telah menjadi tradisi masyarakat di lndonesia.

Untuk jumlah pemudik, setiap tahunnya memperlihatkanstatistlk yang selalu meningkat. Sebagai gamabran kasar bila jumlah pemudik diperkirakan memcapa 30 juta orang dan mereka menghabiskan ratarata Rp 1 Jula untuk berlebaran, maka tak kurang dari Rp 30 triliun uang yang beredar. Fenomena Lebaran dari arus mudik ini tentunya akan membantu uang berputar lebih cepat dan mendorong uang lebih merata ke daerah daripada hanya terkonsentrasi di kota-kota besar. :: Capai Omzet Rp. 1 Miliar saat Lebaran

Selain mudik dan aktivitas ritel. peningkatan aktivitas perekonomian yang juga menonjol menjelang dan selama Lebaran adalah lonjakan jumlah pengiriman uang oleh para Tenaga Kerja indonesia (TKI) di luar negeri. Dijawa Tengah, misalnya, kiriman uang TKI pada tahun 2009 mencapai Rp 71,7 miliar. Di jawa Timur, angkanya bahkan mencapai hampir setengah triliun rupiah. Apalagi dari tahun ke tahun, jumlah transfer uang dari para ”ikl terus meningkat. Pada tahun 2007, total transfer dari TKI mencapai Rp 2,5 triliun, sedangkan pada tahun 2008, hampir mencapai Rp 4 triliun.

bikin baju muslim sekolah

baju muslim anak

Menurut pengamat ekonomi, peningkatan jumlah kiriman uang dari para 110 itu lebih dari sekadar fenomena jangka pendek. Kiriman uang dari luar negeri tersebut adalah tambahan pendapatan dalam arti sesungguhnya, bukannya sekadar pengunaan tabungan atau simpanan lainnya yang direalokasikan untuk banyak Juga yang digunakan untuk berusaha. Penggunaan tambahan pendapatan mi tidak sedikit pula dilakukan dalam bulan-bulan setelah Lebaran.

Sedangkan Bank Indonesia (BI) memperkirakan jumlah uang beredar akan mencapai Rp 49 trilium. Jumlah aliran uang keluar dari kas Bi’ mi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat bulan puasa Ramadhan dan Idul Fitri. Jumlah mi naik sekitar 10 persen dibanding tahun lalu.

banyak Juga yang digunakan untuk berusaha. Penggunaan tambahan pendapatan mi tidak sedikit pula dilakukan dalam bulan-bulan setelah Lebaran.

JENIS BlSNIS

Besarnya jumlah uang beredar saat lebaran tentunya merupakan peluang bisnis yang harus ditangkap oleh para pelaku bisnis. Sejumlah jenis bisnis yang kerap mengalami lonjakan omzet saat Lebaran diantaranya bisnis makanan dan kue lebaran (termasuk bisnis parcel), bisnis baju muslim  dan asesorinya, bisnisjasa laundry dan cleaning service. bisnis pulsa dan kartu lebaran, serta bisnis katering karena banyaknya pembantu rumah tangga yang mudik.

centra grosir mukena cantik mewah murah

Seperti dialami ina Cookies, sebuah usaha di bidang kue kering yang cukup ternama di Bandung. Dua bulan sebelum puasa. Ina Cookies sudah meningkatkan kapasitas produknya. Targetnya, kue kering harus sudah sampai di toko-toko minimal tiga minggu sebelum lebaran. Apalagi banyak pesanan datang dari luar Bandung, sehingga masalah pengiriman barang yang padat saat dan selama lebaran harus diperhitungkan. Kue kering ina Cookies bukan hanya tersebar di Bandung atau di jawa Barat, tetapi juga di kota-kota besar lainnya di indonesia. Padahal ina Cookies tidak membuka outlet cabang, tapi mengandalkan agen-agen. Saat ini, perusahaan itu hanya mempunyai outlet ina Cookies di Bekasi. terutama untuk melayani konsumen dari jakarta dan sekitarnya.

jilbab abak bahan kaos desain baju hijab sekolah muslim jibab anak sekolah

“Pada hari-hari biasa tidak begitu banyak. Di kita yang namanya kue kering kan identik dengan lebaran. Lebaran tahun ini, target produksi kami 10 ribu lusin stoples. Agen bayar uang muka, pembayaran keseluruhannya tiga bulan sehabis Lebaran,” kata Afiandini Nur Sadrina, putri sulung pemilik ina Cookies. Didukung oleh 500 orang karyawannya, ina Cookies memproduksi tak kurang dari 114 jenis kue kering.

banyak Juga yang digunakan untuk berusaha. Penggunaan tambahan pendapatan mi tidak sedikit pula dilakukan dalam bulan-bulan setelah Lebaran. Pengalaman tak jauh berbeda Juga dialami HJ. Husnah, Pemilik Hasta indah Bordir And Collection yang terletak dikawasan Tanggulangin, Surabaya. Permanent yang memproduksi mukena dan baju bordir ini bahkan pemah meraih penghargaan Upakarti dari pemerintah. Kalau pada bulan-bulan biasa Hasta indah Bordir bisa mendapatkan omzet Rp 9o juta hingga Rp. 160 juta, maka di bulan Ramadhan dan Lebaran omzet penjualannya bisa meningkat hingga 50 persen.

Grosir busana muslim dan showroom Hasta indah memang sering dijadikan kulakan oleh beberapa showroom dari berbagai (betah. Di antaranya dari Bali, Nusa Tenggara Tim ur (NIT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan, (Ln Jakarta. Bahkan produk Hasta indah juga men jad langganan turis dari Singapura dan Malaysia.

banyak Juga yang digunakan untuk berusaha. Penggunaan tambahan pendapatan mi tidak sedikit pula dilakukan dalam bulan-bulan setelah Lebaran.

Diakui juga oleh Hj. Husnah, pemilik Hasta indah, prospek usaha mukena dan baju bordir dengan kualitas yang baik dan halus sangatlah diminati. Untuk kualitas mukena dan baju bordir yang diproduksinya dapat dikatakan tidak kalah dengan produk bordir mesin pabrik yang sekarang sudah banyak beredar di pasaran. Karena produk Hasta terkenal halus dan berkualitas denagn harga cukup mahal maka poduk ini lebih menyasar segmen pasar menengah ke atas.

Begitu juga dengan bisnis peci atau kopiah, tak lepas dari limpahan rezeki saat Lebaran. Seperti dikatakan Chayat HAS, turunan keempat yang meneruskan usaha pembuatan kopiah atau peci merek Mas iming, menghadapi Lebaran penjualannya meningkat tajam. Kalau pada hari biasa hanya laku 10 atau 20 buah saja, menjelang dan saat Lebaran penjualannya melonjak hingga terjual lebih dari seratus buah setiap harinya. Peci atau kopiah merek Mas iming sudah sangat dikenal di kawasan Bandung dan sekitarnya. Usaha ini telah berdiri sejak tahun 1912 dan mampu bertahan hingga hampir 1 abad ini. Usaha itu kini diteruskan oleh keturunan keempat. Peci Mas Imin yang terbuat dari bahan beludru ini dijual dengan harga Rp 35 ribu hingga Rp 175 ribu. Sedangkan pembelinya bukan hanya dari Bandung atauJawa Barat, tetapi juga dari luar daerah, seperti jakarta, Banten, Semarang Surabaya, dan berbagai wilayah lainnya di Indoensia. Bahkan kopiah Mas iming juga sudah go internasional karenanya banyaknya pesanan dari Malaysia dan Brunei.

Lain lagi dengan H Syamsul Huda, pengusaha di bidang pembuatan tas kulit asal Tanggulangin, Surabaya. Bermodalkan kepercayaan dan modal Rp 2 juta, usaha yang dijalankan sejak tahun 1995, kini omzetnya mencapai Rp 4 juta per hari. Bahkan untuk momentum tertentu seperti pameran ataupun perayaan Lebaran, omzetnya bisa naik minimal 50 persen. Berbagai tas yang diproduksinya, seperti tas wanita, tas kerja, tas laptop, tas sekolah, banyak dipesan pegawai kantoran dan instansi pemerintah.

Dengan mengedepankan model tas yang trendy dan mengikuti perkembangan jaman, tas kulit Fitrahjaya telah telah melayani pesanan pelanggan dari berbagai daerah di indonesia, termasuk dari Batam, Timika, Maluk  dan Makasar. Bahkan adajuga yang dari Malaysia. Dengar harga tas yang dibandrol dari Rp 45 ribu hingga Rp 400 ribu, bisnis ini terus berkembang. Apalagi Usaha dibawah bendera Fitrahjaya ini termasuk segelintir pengusaha Tanggulangin yang masih bertahan pasca bencana lump; Lapindo.

Bagi pelaku bisnis, Lebaran merupakan momentum tepat untuk meraup laba sekaligus menaikkan omzet. Tingginya perputaran yang selama puasa dan saat Lebaran, mendorong setiap pelaku usaha untuk menarik minat konsumen. Apalagi saat ini persaingan usaha juga tidak ringan, jumlah pelaku usaha pada produk yang sejenis cukup banyak, sehingga diperlukan promosi dan strategi yang efektif. Yang jelas, puasa ramadhan dan Lebaran merupakan momentum yang terlalu berharga untuk dilewatkan dalam ikut meraup laba.

Sumber ; Majalah Pengusaha Muslim /yusuf ck)